Urgently Required :Lowongan Pramuniaga Toko|Maknyaman| Close date 5 Sept

Maknyaman

CAKE EDAMAME PERTAMA DAN ASELI JEMBER

http://maknyaman.com/wp-content/uploads/2013/11/Cake-Edamame-300x217.jpg

membutuhkan:

Pramuniaga Toko Kue

memenuhi ketentuan sebagai berikut:

1. Wanita usia maksimal 25 tahun

2. Belum menikah

3. Lulusan SMA dan sederajat

4. Ramah dan mampu berkomunikasi dengan baik

5. Rajin dan Teliti

 

Jika memenuhi kriteria di atas silahkan masukkan lamaran anda disertai CV (daftar riwayat hidup), foto terbaru 3×4 (1 lembar), fotokopi ktp, fotokopi ijasah.

lamaran ini berlaku hingga 5 September 2014

 

 

Lamaran dikirimkan ke outlet Cake Edamame Maknyaman.

Jalan Trunojoyo Gang 5 No. 1

(sebelah Gramedia Jember)

 

Hanya pelamar yang memenuhi syarat yang akan dihubungi.

 

Pembukaan CPNS 2014 Mulai Juni Ini

Minggu, 4 Mei 2014 | 21:52 WIB

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Bersiaplah bagi para pencari kerja yang berminat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Pemerintah menyediakan 100.000 kursi untuk menjadi PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di seluruh wilayah Indonesia.
Image

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) akan membuka kesempatan masyarakat untuk mendaftar sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2014.

Baca lebih lanjut

Daftar Perguruan Tinggi Ikatan Dinas dan Beasiswa Penuh

Daftar Perguruan Tinggi Ikatan Dinas dan Beasiswa Penuh

Bagi yang punya saudara lulus SMA/K Tahun ini, bersama ini kami sampaikan Daftar Perguruan Tinggi Ikatan Dinas dan Beasiswa Penuh, yaitu:

1. Akademi Ilmu Pemasyarakatan Jakarta, Jalan
Raya Gandul Cinere, Jakarta selatan, website
www.depkumham.go.id

2. Akademi Kimia Analis Jawa Barat, Jalan Ir H
Juanda 7, Bogor, website www.aka.ac.id

3. Akademi Pimpinan Perusahaan Jakarta, Jalan
Timbul 34, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan,
website www.app-jakarta.ac.id

Baca lebih lanjut

Tembakau Cerutu Na Oogst Unggulan Pertanian Jember

Tembakau Cerutu Na Oogst Unggulan Pertanian Jember

 

Jember terkenal dengan tembakaunya yang bernama Na Oogst (BNO), daun tembakau yang dihasilkan di, Jember, cocok dipakai sebagai pembalut, pengikat atau pembungkus, bahkan pengisi cerutu.

Tradisi cerutu Indonesia berasal dari Belanda. Tak jelas, apa dan siapa pabrik cerutu pertama di Hindia Belanda. Namun, yang tertua dan masih bertahan sampai sekarang adalah Industri Bobbin PTPN X di Desa Jelbuk, Jember. “Usia tembakau di sini hampir dua abad,” ujar Koentjoro, konsultan sekaligus pengelola Bobbin PTPN X Jelbuk, Jember.

 Image

Tanaman Tembakau di Kebun

 

Dari dulu, Jember terkenal dengan tembakaunya. Tembakau Jember diekspor ke Bremen, Jerman. Tembakau Jember dimanfaatkan terutama untuk bahan pembalut cerutu (dekblad) selain sebagai bahan pengikat (binder) serta pengisi (filler) aroma cerutu yang berkualitas tersebut. Tembakau dari Jember itu tidak kalah dengan cerutu Kuba maupun Amerika.

 Image

Kuncup Bunga Tembakau

 

 

Lebih dari dua abad lamanya tembakau ini ada dan tumbuh di daerah Jember. Mulanya, adalah George Bernie yang mendapatkan hak erfpacht atau hak guna usaha untuk jangka waktu 75 tahun di daerah Jember di Jenggawah. Ia menggarap areal perkebunan ini untuk usaha perkebunan tembakau jenis BNO (Besuki Na Oogst).

Zaman pun berganti perkebunan tersebut lalu dikelola oleh badan hukum milik Pemerintah Hindia Belanda. Setelah pendudukan Jepang, perusahaan ini kemudian dinasionalisasikan. Terhadap lahan perkebunan itu sempat timbul konflik antara petani dengan PT Perkebunan (PTP) XXVII. Konflik ini bisa diselesaikan. Petani memperoleh hak milik atas lahan tersebut. PTP XXVII, XIX, XXI, dan XXII pada tahun 1996 kemudian melebur menjadi PT Perkebunan Nusantara X.

Masyarakat setempat biasa menanam tembakau. Sampai-sampai tanaman tembakau menjadi trade mark Kabupaten Jember. Tidak mengherankan bila pemerintah kabupaten memakai daun tembakau sebagai salah satu gambar yang menghias lambang daerahnya.

Kabupaten Jember terkenal sebagai penghasil salah satu Tembakau terbaik di dunia. Melalui potensi tanaman tembakau ini, Kabupaten Jember telah lama terkenal dan melegenda sebagai “kota tembakau” sebagai salah satu daerah produsen dan penghasil tembakau terbesar dengan produk yang berkualitas. Tidak hanya di pasar nasional, bahkan telah lama Kota Jember dikenal di beberapa negara Eropa seperti Bremen.

Produksi unggulan perkebunan andalan Jember yakni komoditi tembakau. Penggemar cerutu alias aficionado tahu persis bahwa cerutu buatan Kuba, Amerika, Swiss, dan Jerman mahal dan berkelas. Kabupaten Jember lewat tembakau Besuki merupakan salah satu pemasok cerutu tersebut. Tembakau Besuki ini dimanfaatkan terutama untuk pembalut cerutu (deklabad) selain sebagai bahan pengikat (Binder) serta pengisi (filler) aroma cerutu yang berkualitas tersebut.

Satu-satunya BUMN yang mengelola tembakau di Jember adalah PT. Perkebunan Nusantara X (PTPNX) yang berlokasi di Kecamatan Arjasa. Dalam upaya mengantisipasi persaingan pasar utamanya di Luar negeri, selain memasarkan produk tembakau secara langsung, PTPN X juga mengembangkan melalui unit Industri BOBIN dan Karyawan Koperasi Indonesia.

Industri Bobbin membawa manfaat yang sangat besar, diantaranya menyerap tenaga kerja / membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatnya jumlah uang yang beredar dan sebagai salah satu contoh keberhasilan kerjasama dengan pihak asing. Pada tahun 2003, industri Bobbin PTPN X telah memproduksi sebanyak 700 juta potong (bungkus) dengan tenaga kerja sebanyak 931 orang yang mayoritas adalah wanita.

Koperasi karyawan kartanegara (kopkar Kartanegara) PTPN X juga turut memproduksi sekaligus memasarkan produk tembakau baik jenis Na Oogst dan TBN / FIN yang dikemas menjadi cerutu yang berkualitas dan sesuai standart / keinginan konsumen. Pembuatan cerutu kopkar Kartanegara dilakukan secara manual atau “hand made”.

Tetapi lebih dari itu ada sisi lain yang mungkin orang awam belum tahu bahwa Jember adalah penghasil cerutu terbaik nomor satu di Indonesia dan nomor dua terbaik di seluruh dunia.

Jember menghasilkan cerutu terbaik kedua di dunia setelah Kuba. Yang mungkin banyak orang tahu adalah cerutu terbaik hanyalah dari Kuba. Tapi sebagai orang Indonesia setidaknya bangga kalau penghasil cerutu terbaik kedua di dunia adalah kota yang terletak di Indonesia yaitu Jember.

Sampai-sampai lambang dari kota Jember sendiri adalah tembakau yang semakin memperjelas bahwa Jember adalah kota penghasil cerutu. Cerutu di Jember di kelola oleh perusahaan PTPN X. Dan di olah oleh orang orang atau warga Jember sendiri.

Ada tiga jenis cerutu yang diproduksi di Jember. Jenis cerutu berbatang pendek (small cigar), sedang (soft filler), dan panjang (long filler). Mengisi pasar dalam negeri maupun mancanegara, cerutu Indonesia buatan Jember memiliki beberapa merek yang cukup dikenal, seperti Bali Djanger, Bali Legong, serta Cadenza Long Premium.

Cerutu yang di buat di Jember pun sekarang sudah banyak di ekspor ke banyak negara asing. Yang meskipun di negara asing tersebut, cerutu yang di hasilkan di Jember di kira berasal dari Bali. (sumber: http://cerutujembe*.blogspot.com/)- http://cintajember.com/tempat-wisata/89-tembakau-jember.html.

Cerita Blog Sebelah : Sedikit Jejak Sejarah Pahlawan Jember

Sedikit Jejak Sejarah Pahlawan Jember

March 2nd, 2011 | Author: Achmad Rizal

Mungkin bosen ya baca postinganku tentang sejarah Jember, tapi ya gimana lagi, aku suka banget belajar sejarah, meskipun gak kuliah di Ilmu sejarah… Apalagi itu soal sejarah hal-hal yang dekat dengan kita.. sejarah Jember misalnya. Nah mumpung baru Februari kemarin sempat pulang ke Jember, ya tak mangfaatken,,(yang bener manpaatkan, munfaatkan atau manfaatkan ya..) untk napak tilas tempat-tempat yang bersejarah.. Yuk mulai ceritanya.

Achmad Rizal van Patrang Nah , kalo memasuki Kota Jember dari arah Surabaya, pasti ketemu sama patung ini (Kecuali naik Kereta Api).. letaknya pas diujung doubleway, jalan Hayam Wuruk, Kaliwates Jember. Taruhan deh.. gak banyak yang tahu ini sebenarnya patung siapa dan dalam rangka apa dan kenapa kok menunjuknya ke arah Timur.. Kok gak ngacung ke atas, kok gak mengacung pake 3 jari.. Metal … atau jari tengah he..he.. sing iki saru  :)

 

Lah kenapa kok pake ngerangkul temannya yang terlihat terluka, kok gak berpelukan kayak teletubbies.. dan banyak pertanyaan kenapa yang lain.. Tapi itu kan buat orang yang kritis.. tapi juga buat orang yang kurang kerjaan kayak aku.

Kalo patung ini didekati, tidak ada informasi satupun yang tersisa di prasasti di bawah patung. jang kosong, cuma marmer hitam tanpa tulisan apapun…. sumpah deh..kalo gak percaya lihat nih di foto berikutnya.

Lho, terus buat apa bikin patung terus gak ada penanda/informasi satupun tentang maksud monumen itu didirikan, mestinya kan ada imfo-nya, jadi gak cuma jadi penghias jalan, tapi jadi bahan untuk dikenang warga Jember.

Beruntung sekali aku sempat membaca prasasti monumen yang mulai usang itu pada jaman dahulu kala he..he…

(gambar hilang)

Aku lupa kapan tepatnya membaca prasasti sebelum lenyap seperti saat ini. Tapi yang aku ingat, monumen di ujung doubleway Jember ini dalam rangka mengenang gugurnya Letkol Moch Serudji dan dr Soebandi di Desa Karang Kedawung, Kecamatan Mumbul Sari, tanggal 8 Februari 1949.  Ini sekaligus menjawab beberapa pertanyaan di atas,patungnya ada 2 orang menunjukkan 2 pejuang itu.. yang katanya sih beliau gugur hampir bersamaan.

Tangan yang menunjuk ke arah Timur untuk menunjukkan tempat dimana beliau berdua gugur, di dekat Gunung Mumbul. yang membentang di sebleh Timur Kota Jember.

Nah, pertanyaan berikutnya, dimana Beliau berdua dimakamkan?.. Aku dulu curiga makam beliau berdua di pemakaman umum di Kaliwates, beberapa meter dari lokasi Patung berada, makanya aku dulu sempat blusukan mencari makamnya..:) orang yang aneh he..he.. eh ternyata bukan disitu makamnya ..tertipu aku ..

Makam Letkol M Serudji terletak di daerah Patrang, masuk Kelurahan Jember Lor, kalau dari Jl Sudirman, masuk ke Jalan Belimbing, nanti ada TPU Kreyongan, atau bisa dari Jalan Jambu, deket Tepbek, makam Beliau di atas Bukit dengan cungkup yang lumayan menonjol dibanding makam yang lain.

Achmad Rizal van Patrang

Pertama kali mengunjungi makam ini bulan Agustus 1992, saat akan memulai kegiatan Nalasud (Napak Tilas Letkol Moh Sroedji) yang diadakan oleh Pramuka UNEJ. Nah nama Ambalan dan Racana Pramuka UNEJ untuk Putra diambil dari nama Brigade Damarwulan pimpinan Letkol M Sroedji (Untuk putri nama ambalan/racananya Srikandi).

Dulu sebelum tahu ini makam Letkol Moch Sroedji ini, aku sudah biasa modar-mandir di pemakaman ini, biasanya dalam rangka mencari jangrik atau ngejar layangan :)

Nah sekarang menginjak ke tokoh Pahlawan yang kedua yaitu dr Soebandi yang namanya diabadikan sebagai nama RSUD dr Soebandi di Patrang.

Achmad Rizal van patrang Makam dr Soebandi ada di urutan 2 di TMP Baratan, Jember, di sebelah Brigdjen Pit Soendoro, yang meninggal sekitar tahun 71. Nah ini masalah lagi, padahal kan dr Soebandi gugur tahun 1949, kok makamnya urutan kedua. Jadi aku curiga, Beliau ini awalnya tidak dimakamkan di TMP tapi di tempat lain baru kemudian dipindahkan ke TMP.

Iya, mungkin kasusnya sama dengan Almarhum kakekku yang meninggal di satu pertempuran di Pamekasan kemudian baru beberapa tahun kemudian dipindahkan jasadnya ke TMP Panglegur di Pamekasan. Kakekku namanya Sersan Misrul, namanya diabadikan sebagai salah satu jalan di Pamekasan.

Achmad Rizal van PatrangPusara dr Soebandi tampak tidak terawat, informasinya juga tidak lengkap, sehingga kalo hanya melihat makamnya orang tidak bisa tahu kapan meninggalnya. Atau mungkin data lengkapnya tersedia di kantor di depan TMP ya?

Sayang sekali kalo orang Jember sendiri tidak paham akan sejarahnya sendiri, kalo gak masyarakat jember sendiri sopo maneh yang akan menghargai jasa pahlawan Jember.

Ohya, aku napak tilas ini dianter sama keponakanku yang kuliah di UNEJ… dia heran dan baru tahu tentang hal-hal yang kutunjukkan padanya… la wong Om-nya emang orang kurang kerjaan.. :)

sumber : http://arl.blog.ittelkom.ac.id/blog/2011/03/sedikit-jejak-sejarah-pahlawan-jember/

Cerita Blog Tetangga : Dahlan Iskan-Joko Widodo; Kisah Pengusaha yang Diuji Kekuasaan

Sedikit variasi, supaya tidak bosan cari-cari kerjanya. Sangat inspiratif.

Dahlan Iskan- Jokowi
Dahlan Iskan- Jokowi

====

 

Anda tentu pernah mendengar cerita legendaris Robin Hood? Ksatria dermawan yang membagi-bagikan hartanya kepada wong cilik—meski sebagian hasil curian. Dia mencuri harta hasil jarahan dari hartawan. Dia bak penjahat bagi para perompak, tapi di ujung sana, pahlawan bagi masyarakat banyak.

Tentu apapun versinya, bagaimanapun jalan ceritanya. Kisah heroik seseorang dalam memenangkan hati rakyat pastilah menyentuh hati.
Tak terkecuali kisah Joko Widodo dan Dahlan Iskan kini.
Bila Robin Hood berderma ‘menunggangi’ kantong orang kaya. Tidak menggunakan kocek sendiri. Dahlan Iskan dan Joko Widodo menyempurnakan cara Robin Hood. Mereka tidak menggunakan cara-cara Robin Hood untuk menumpuk pundi-pundi. Sebagai pengusaha, mereka rela merogoh kocek sendiri demi berbagi kepada yang lebih berhak.
Dari dokumentasi di berbagai media, saya mengenal mereka. Sebagai pengusaha, mereka cukup sukses melewati fase entrepreneurship. Mereka memulai usaha nyaris tanpa campur tangan penguasa. Merintis kerajaan bisnis media massa dan furniture dari nol. Sukses yang digapai mereka tentu tak lepas dari cucuran keringat dan derai air mata. Secara berseloroh bisa dikatakan mereka telah lulus sebagai pengusaha.
Kini mereka tengah diuji oleh kekuasaan.
Alih-alih menumpuk harta, tengoklah Jokowi yang tak pernah mengambil gajinya selama menjabat sebagai Walikota Solo. Semuanya disumbangkan. Dahlan Iskan lebih gila, sudah gaji tidak diambil, rapat-rapat dikurangi, mobil dinas tidak dipakai, malah acapkali keluar uang pribadi untuk membiayai segala terobosannya. Tercatat, dia pernah menjanjikan mobil bagi pegawai BUMN yang mampu menelurkan ide terbaik.
Masih banyak lagi gebrakan mereka yang tentu otomatis tercatat oleh ‘malaikat maya’: Google. Sekecil apapun itu…
Namun mereka manusia juga, sama seperti kita. Pasti tersentuh khilaf dan alpa. Karena saya percaya, kesempurnaan penciptaan manusia itu justru pada ketidaksempurnaannya. Setiap kekaguman terhadap seseorang, saya selalu berusaha menyisakan ruang untuk menerima kekurangannya. Sebagai terapi dini untuk rasa kecewa.
Gebrakan masif Dahlan membuat gerah sebagian anggota  DPR yang berbuah interpelasi. Dan keterlibatan Jokowi di Kiat Esmeka berujung ketidaksukaan sebagian kalangan yang merasa telah membesarkan Esemka. Itu saya dengar langsung dari salah satu tokoh yang merasa berkeringat membesarkan nama Esemka.
Demikianlah, pasti ada angin yang akan menguji kekokohan sebuah pohon. Makin tinggi pohonnya tentu makin kencang angin yang menerpa.
Di Indonesia, saya yakin sangat banyak sosok seperti mereka namun luput dari liputan media. Karena media terlanjur jatuh cinta kepada adagium: bad news is good news. Kitalah—para blogger—yang berpeluang mengoreksinya.
Bila Jokowi telah selangkah memantapkan hatinya untuk mengabdi sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Dahlan Iskan tampaknya tinggal menghitung hari untuk mengikuti jejak Jokowi. Mereka akan menjadi antrian figur pengusaha yang diuji kekuasaan. Berhasilkah mereka melewati ujian kekuasaan, seperti yang didengungkan Lincoln, “Hampir semua pria mampu bertahan menghadapi kesusahan. Namun, jika Anda ingin menguji karakter sejati pria, beri dia kekuasaan.”
Sumber:

 

Info lowongan kerja di Jember dan sekitarnya. Untuk info bisa dm ke kami atau email ke lowonganjember@gmail.com . lebah tidak ada yang menganggur. | follow us : @lowonganjember | Pendiri Arief Imam Triputra

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.652 pengikut lainnya.